Firewall NAT "Sang Penerjemah" dan Firewall Filter "Sang Penyeleksi"
A. Latar Belakang
Saat ini, Ketergantungan organisasi maupun individu terhadap koneksi internet meningkat secara drastis. Namun, dalam membangun jaringan komputer, seorang administrator tidak hanya dituntut untuk membuat perangkat saling terhubung, tetapi juga memastikan jaringan tersebut aman. Dua pilar utama yang mewujudkan hal ini adalah Firewall NAT dan Filter. Pemahaman praktis mengenai NAT dan Filter sangat penting agar infrastruktur jaringan yang dibangun tidak hanya fungsional, tetapi juga terlindungi secara optimal.
B. Alat dan Bahan
hardware :
- Laptop
- Router
- Kabel LAN
- Adaptor LAN to USB
- Winbox
- Web site
C. Pembahasan
Kita mulai dari "apa itu firewall" kata kunci nya yaitu "wall" yang artinya dinding, lalu dinding ini adalah pelindung dari semua yang ada didalamnya. Jadi fungsi firewall untuk melindungi jaringan dari serangan luar (outside network), firewall juga berfungsi untuk memeriksa dan menentukan paket data yang keluar atau masuk dari jaringan itu. Dalam konfigurasi Firewall di mikrotik ada fitur yang namanya NAT. Nah NAT ini tugas nya mengubah IP lokal menjadi IP publik. Ada dua pilar utama, yaitu:
- source NAT (scr-nat) digunakan untuk mengubah alamat IP asal. Fungsi utama nya yaitu agar perangkat di jaringan lokal dapat mengakses internet atau jaringan publik.
- Destination NAT (dst-nat) digunakan untuk mengubah alamat IP tujuan dari sebuah paket data yang masuk ke router. Fungsi utamanya yaitu agar perangkat dari internet bisa mengakses server yang ada di dalam jaringan lokal.
Bisa kita analogikan seperti :
- misalkan kita akan pergi ke pesta, tapi kita gabisa join kalau ga pake topeng.
- kemudian NAT ini memberikan topeng agar kamu dapat masuk ke pesta tersebut.
- kemudian pesta ini yang dinamakan IP publik.
- Input (masuk) digunakan untuk memproses paket data yang ditujukan langsung ke router. Contohnya ketika melakukan ping ke IP router.
- Output (keluar) digunakan untuk paket data yang berasal dari router itu sendiri dikirim ke luar. Contohnya hasil ping dari terminal router ke google.
- forward (melewati) digunakan untuk paket data yang hanya melewati router. Ini adalah jalur paling sibuk karena mencakup semua aktivitas internet dari perangkat di jaringan lokal (LAN) menuju internet.
PRAKTIK PENGENALAN
Masuk ke winbox, kemudian pilih menu IP > Firewall
- Chain (jalur/kategori lalu lintas)
- Src.address (isi IP perangkat yang mengirim data), contoh : Jika ingin memblokir internet PC tertentu, masukkan IP PC tersebut di sini
- Dst.address (isi IP perangkat yang menerima data), contoh : Jika ingin melarang akses ke server tertentu, masukkan IP server tersebut di sini.
- Protocol (keamanan) yaitu, tcp : Untuk browsing (HTTP/HTTPS), SSH, Winbox. udp : Untuk streaming, game online, atau DNS. icmp : Untuk perintah Ping.
- Src. Port & Dst. Port (Nomor pintu (port) yang digunakan) dst.port : 80 http, 443 https.
- In. Interface ( Paket masuk lewat interface mana)& Out. Interface (Paket keluar lewat interface mana )
Kemudian geser ke tab
- Accept: Paket diizinkan lewat. Router berhenti memproses baris firewall di bawahnya untuk paket ini karena sudah dianggap "aman".
- Drop: Paket dibuang secara diam-diam. Pengirim tidak diberi tahu kalau paketnya dibuang (biasanya menyebabkan Request Time Out atau RTO). Ini paling aman untuk menangkal serangan hacker.
- Reject: Paket ditolak, tapi router mengirimkan pesan balik (ICMP) ke pengirim bahwa akses ditolak. Pengirim jadi tahu kalau aksesnya diblokir oleh firewall.
- Log: Router tidak membuang atau mengizinkan, tapi mencatat informasi paket tersebut ke dalam menu Log. Berguna untuk memantau trafik yang mencurigakan
- Add Src to Address List: Alamat IP asal akan dimasukkan ke dalam daftar otomatis di tab Address List. Sangat berguna untuk membuat daftar "blacklist" (daftar blokir) otomatis bagi yang mencoba menyerang router.
- Add Dst to Address List: Mirip di atas, tapi yang dicatat adalah alamat IP tujuan.
- Fasttrack Connection: Mempercepat proses paket dengan melewati banyak antrean firewall. Ini menghemat penggunaan CPU router, cocok untuk trafik yang sangat besar (seperti download besar).
- Jump: Melompat ke Custom Chain (rantai buatan sendiri). Digunakan jika firewall kamu sudah sangat panjang dan ingin dikelompokkan agar lebih rapi.
- Return: Digunakan di dalam Custom Chain untuk kembali ke rantai utama (misalnya kembali ke Forward)
- Tarpit: Menangkap koneksi TCP dan membiarkannya tetap terbuka (menggantung), tapi tidak memproses datanya. Tujuannya untuk menghabiskan sumber daya (RAM/CPU) si penyerang agar mereka lambat dalam melakukan scanning ke router kita.
- Passthrough: Mirip dengan Log, paket akan ditandai atau dicatat, lalu router akan lanjut membaca baris firewall di bawahnya (tidak berhenti di baris ini).
D. Kesimpulan
Kesimpulan dari artikel ini adalah Firewall pada MikroTik berperan sebagai pelindung jaringan yang terdiri dari dua pilar utama, yaitu NAT sebagai "penerjemah" alamat IP dan Filter sebagai "penjaga gerbang" yang menyeleksi lalu lintas data. Melalui fitur NAT, router dapat mengubah IP lokal menjadi IP publik (src-nat) agar perangkat bisa berinternet atau mengarahkan akses luar ke server lokal (dst-nat). Sementara itu, fitur Filter bekerja menyaring paket data yang masuk (input), keluar (output), maupun melewati (forward) router berdasarkan kriteria seperti alamat IP, protokol, dan port guna menentukan tindakan lanjutan, mulai dari mengizinkan (accept), membuang paket secara diam-diam (drop), hingga mencatat aktivitas mencurigakan ke dalam log.
E. Daftar Pustaka
Amazon Web Services. (n.d.). Apa itu ICMP?. Diakses 27 Februari 2026, dari https://aws.amazon.com/id/what-is/icmp/
Goyang Jibang. (2016, 25 Januari). Firewall MikroTik. WordPress. https://goyangjibang.wordpress.com/2016/01/25/firewall-mikrotik/
Vrealmatic. (n.d.). Mikrotik router firewall filter rules. (Versi terjemahan Google Translate). Diakses 27 Februari 2026, dari https://vrealmatic-com.translate.goog/mikrotik-router/firewall/filter-rules?



0 komentar:
Posting Komentar