Senin, 26 Januari 2026

LOS dan Redaman Dalam Jaringan FTTH - Perwira Learning Center

Pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi saat ini membutuhkan sebuah layanan internet yang cepat dan stabil. Tentunya Fiber To The Home (FTTH) hadir untuk menjadi solusi utama karena kemampuannya mentransmisikan data berkapasitas besar melalui media serat optic. Berbeda dengan tembaga, serat optik menggunakan sinyal cahaya untuk mengirimkan data dengan ganguan yang minim. Namun, dalam implementasinya, performa jaringan FTTH sangat bergantung pada kualitas transmisi sinyal cahaya dari pusat layanan (Provider) hingga ke perangkat pengguna (ONT/Modem). Salah satu tantangan utama dalam pemeliharaan jaringan ini adalah degradasi kualitas sinyal yang disebabkan oleh faktor fisik maupun teknis.
 
Ada dua parameter kritis yang sering menjadi penyebab penurunan kualitas layanan internet bagi pelanggan. Pertama adalah Redaman , yaitu berkurangnya daya sinyal akibat jarak, sambungan yang tidak sempurna, atau tekukan kabel. Kedua adalah kondisi Loss of Signal (LOS), di mana sinyal cahaya tidak terdeteksi sama sekali oleh perangkat penerima, yang mengakibatkan terputusnya koneksi secara total. Memahami karakteristik redaman dan penyebab terjadinya LOS sangat penting bagi teknisi jaringan maupun penyedia layanan. Hal ini bertujuan untuk memastikan nilai daya yang diterima pelanggan tetap berada dalam standar sensitivitas perangkat, sehingga layanan internet dapat berjalan optimal dan memenuhi Service Level Agreement (SLA) yang dijanjikan kepada konsumen.

Redaman? LOS? Apasi Itu.....

Redaman adalah berkurangnya intensitas atau kekuatan sinyal cahaya saat merambat melalui kabel serat optik. Fenomena ini menyebabkan sinyal di penerima lebi lebah dari pada saat dikirimkan. Redaman diukur dalam desibel (dB) atau dB/km. Redaman yang terlalu tinggi menyebabkan penurunan kualitas jaringan, bit error rate
(BER) meningkat, data hilang, dan koneksi internet menjadi tidak stabil atau lambat
. Berikut beberapa penyebab utama berkurangnya intensitas daya rambat :
 


  • Jarak : semakin panjang kabel, semakin banyak cahaya yang diserap oleh material kaca.
  • Splice (Sambungan) : titik sambung kabel yamg kurang rapi akan membiarkan cahaya bocor. Standar maksimal adalah 0,1 dB per sambungan. Biasanya teknisi yang ahli bisa mencapai 0,01 dB hingga 0,03 dB. 
  • Konektor Kotor : debu atau sidik jari pada ujung konektor fiber bisa menghalangi cahaya. Standar maksimal kehilangan adalah 0.75 dB per pasangan konektor.  namun standar industri yang baik biasanya mengejar di bawah 0.5 dB.
  • Tekukan : kabel yang tertekuk lebih tajam membuat cahaya susah keluar.
     
Kemudian, LOS (Loss Of Signal). Ini adalah kondisi dimana perangkat ONT/Modem di rumah tidak mendeteksi sinyal cahaya sama sekali atau sinyal yang diterima terlalu lemah untuk diproses. Biasanya pada modem akan muncul lampu indikator merah bertulisan "LOS". Berikut beberapa penyebab yang umum terjadi :
 
  • Kabel putus : biasnya terjadi karena terkena pohon, proyek lain, atau gigitan hewan.
  • Konektor terlepas : kabel optik di belakang modem atau di kotak ODP (luar rumah) tidak tertancap dengan benar.
  • Masalah di pusat (Provider) : terjadi gangguan massal pada perangkat OLT di sisi penyedia layanan.

Alat yang digunakan :

  • OPM + OLS : ukur selisih daya pancar dari pusat vs daya terima dirumah.
  • VFL (Senter) : tembakkan laser, jika tidak tembus sampai ujung berarti kabel putus. 
 
 
  • OTDR : untuk melihat grafik pantulan agar tau titik KM/M yang bermasalah.
 
  • One-Click Cleaner : untuk membersihkan semua konektor di ODP dan Roset pelanggan.

 

Kesimpulan

Secara keseluruhan, stabilitas layanan FTTH sangat tergantung pada kualitas transmisi sinyal cahaya yang bebas dari ganguan fisik maupun teknisi. Semakin rendah nilai redaman. semakin baik kualitas transmisi sinyal karena daya yang hilang lebih sedikit. Dari sini kita belajar bahwa hal hal kecil seperti  lampu indikator merah bisa menjadi sinyal penting bagi pengguna. 

Daftar Pustaka

Rudolep, B. H. (n.d.). Teknik pengukuran redaman fiber optic dengan OPM. ID-Networkers. Diakses pada 27 Januari 2026, dari https://www.idn.id/teknik-pengukuran-redaman-fiber-optic-dengan-opm/
XL Satu. (n.d.). Mengenal arti tanda LOS pada WiFi dan cara mengatasinya. Diakses pada 27 Januari 2026, dari https://satu.xl.co.id/berita-dan-artikel/tanda-los-pada-wifi 
DTE Telkom University. (2023, 22 Mei). Redaman (attenuation) pada sistem komunikasi fiber optik: Penyebab, pengaruh, dan cara menguranginya. Program Studi Diploma III Teknologi Elektromedik Telkom University. Diakses pada 27 Januari 2026, dari https://dte.telkomuniversity.ac.id/redaman-attenuation-pada-sistem-komunikasi-fiber-optik-penyebab-pengaruh-dan-cara-menguranginya/

0 komentar:

Posting Komentar