Kamis, 12 Februari 2026

Perhitungan Redaman Dalam Jaringan FTTH - Perwira Learning Center

SKEMA PERHITUNGAN REDAMAN

A. Latar Belakang

Masalah utama yang sering terabaikan namun fatal adalah proses redaman (ttenuation). Redaman adalah proses melemahnya  intensitas cahaya  seiring jauhnya perjalanan  atau karena hambatan eksternal. Menghitung redaman bukan hanya sekedar rutinitas teknis, melainkan upaya untuk  memastikan link power budget tetap berada dalam zona aman. Tujuan dibutnya artikel ini adalah untuk membagi pengalaman saya, tentang bagaimana cara  menghitung redaman agar dapat di terima oleh ONT, dan mengenai splitter rasio. 
 

B. Alat dan Bahan 

Karena ini hanya lah sebuah skema, maka yang dibutuhkan yaitu 
  • Laptop : sebagai tools
  • Web site : digunakan untuk penggambaran

C. Pembahasan

Pemilihan modul SFP yang tepat adalah kunci kestabilan transmisi data. Seringkali kita menemukan kode angka seperti +1, +3, +5, +7, +9 pada perangkat SFP. Apa arti dari angka angka tersebut si? 
Secara umum, angka ini mempresentasikan optical power busget atau transmit power yang menentukan seberapa jauh sinyal laser dapat merambat sebelum mengalami pelemahan. Semakin tinggi angka, semakin kuat intensitas cahaya yang dipancarkan. Berikut panduan singkat mengenai penggunaan masing masing tipe:
  • +1 : ideal untuk koneksi antar rak dalam satu data center
  • +3 : ideal untuk digunakan anatar gedung atau area terbatas
  • +5 : digunakan untuk link ISP antar kecamatan.
  • +7 & +9 : memiliki power yang sangat kuat, digunakan untuk kabel single mode dengan jarak tempuh sekitar 40km-80km. 
Kemudian ada yang namanya splitter ratio, yaitu perbandingan daya sinyal cahaya dari satu kabel input ke beberapa jalur output dalam jaringan fiber optik. Karena daya yang dapat di terima oleh ONT adalah range  -13dBm sampai dengan -25 dBm maka digunakan lah splitter ratio. Berikut beberapa jenis splitter ratio yang umum digunakan :
  • 1:2 :  -4
  • 1:4 : -8
  • 1:8 : -10
  • 1:16 : -16 
Kenapa ONT hanya menerima -13 dBM s/d -24 dBm?  Karena di dalam ONT ada yang namanya Photodioda. Photodioda adalah suatu komponen aktif yang peka terhadap cahaya. Nah photodioda ini memiliki kapasitas maksimal dalam menampung partikel cahaya. Berikut alasan alasannya:
  • diatas -13 dBm terlalu kuat, karena daya laser yang terlalu kuat akan merusak komponen sensitif pada receiver ONT.
  • -13 dBm s/d -24 dBm memiliki ukuran ideal, karena latency oaling rendah dan konsisten.
  • -25 dBm s/d -27 dBm , tidak dianjurkan karena daya terlalu lemah membuat packet loss, dan speed tidak stabil
  • lebih dari -28 dBm, sudah masuk tahap LOSS karena daya yang diterima sangat sangat lemah. 
berikut contoh skema
 Jadi, Daya awalnya yaitu kita misalkan dengan +7. Kemudian agar dapat diterima oleh ONT (-13dBm sampai dengan -25 dBm) kita memerlukan Splitter ratio. Cara nya adalah +7 + (-4) = 3. Dari mana -4? itu dari Splitter ratio 1:2 yang bernilai -4. Karena belum memenuhi syarat kita bagi lagi sampai daya yang awalnya+7 memasuki range -13dBm s.d -24 dBm.

D. Kesimpulan

Secara keseluruhan kita tahu bahwa untuk membangun sebuah jaringan fiber to the home memerlukan pemahaman yang lebih mendalam. Dan pelajaran yang saya dapat adalah ada sebua Photodioda dalam sebuah ONT yang  bekerja untuk mentrasmisikan data dalam cahaya menjadi daya yang dapat terbaca oleh perangkat seperti hp/laptop. Nah dia hanya menerima -13 s/d -24 dBm agar data dapat terantar dengan stabil. kenapa kurang dari -13 dBm tidak sesuai? karena cahaya tersebutkan lurus dan jika lama kelamaan dibiarkan akan membuat komponen tersebut rusak.

E. Daftar Pustaka

Google. (2024). Gemini (Feb 12 version) Kenapa ONT hanya menerima -13 dBm s.d -24dBm https://gemini.google.com/
 
WandaShare. (2015, 10 Juni). Photodioda (Photodiode). WandaShare: Just Sharing Not Judging. http://wandashare.blogspot.com/2015/06/photodioda-photodiode.html





 

0 komentar:

Posting Komentar