Minggu, 08 Maret 2026

Dasar-dasar Routing OSPF : Konsep Area, Router ID, dan Pembentukan Neighbor - Perwira Learning Center

 YUK, Kenalan dengan OSPF 

A. Latar Belakang

Dalam sebuah jaringan komputer, koneksi merupakan sebuah fungsi penting. Dalam menciptakan suatu koneksi yang baik dalam jaringan diperlukan suatu protokol  routing  yang berfungsi menentukan bagaimana sebuah router dalam berkomunikasi dan memilih rute yang terbaik antara dua node dalam jaringan komputer.
 
Routing adalah proses pemilihan jalur yang akan dilewati oleh suatu paket data dalam jaringan komputer. Terdapat berbagai jenis protokol routing salah satunya yaitu open shortest path first (OSPF). OSPF adalah sebuah protokol routing yang menggunakan algoritma routing berbasis link state. OSPF masuk ke dalam kategori Interior Gateway Protocol (IGP) dan dapat bekerja jaringan internal suatu perusahaan.

B. Alat dan Bahan 

  • Laptop : sebagai tools
  • Web site : Blogger.com

C. Pembahasan

OSPF (Open Shortest Path First) adalah protokol routing interior yang digunakan dalam jaringan komputer. OSPF adalah sebuah protocol berbasis IP yang menerapkan perhitungan jalur terpendek antara 2 node dalam jaringan. Biasa digunakan di dalam jaringan yang kompleks seperti ISP ( Internet Service Provider). 
 
OSPF menggunakan algoritma Dijkstra, sering dianggap sebagai algoritma paling sederhana untuk menyelesaikan masalah jalur terpendek, dan mampu mempertimbangkan faktor-faktor seperti kecepatan, beban jaringan, dan lainnya dalam mengambil keputusan. Ditemukan pada tahun 1956 oleh ilmuan komputer belanda, Edgar W. Dijkstra.
 
Untuk menyimpan sebuah informasi tentang topologi jaringan dan algoritma SFP (Shortest Path First) maka ada yang namanya LSDB (Link State Database).
 
Sejarah OSPF 
  • Dimulai dari tahun 1980-an ketika kebutuhan untuk menggantikan routing RIP (Routing Information Protocol).
  • 1987, OSPF diterbitkan sebagai standar IETF dalam RFC 1131 yang dirancang untuk bekerja pada jaringan IPv4.
  • 1990, versi ke-2 dikenalkan dalam RFC 1247. Dengan fitur tambahan seperti subnetting CIDR (Classless Inter-Domain Routing), authentikasi pesan OSPF, dan lainnya.
  • 1998,  versi 3 dikenalkan dalam RFC 2740 sebagai respons terhadapt pengenalan protocol IPv6. 
  • Sejak saat itu OSPF, terus berkembang dengan peningkatan tentang efisiensi dan keamanan OSPF. 
Fungsi OSPF 
  •  Routing Interior yaitu bertanggung jawab untuk mengatur pengiriman paket data dalam satu jaringan lokal. Tujuan utamanya yaitu untuk memilih jalur tercepat.
  •  Pemulihan Otomatis mendukung pemulihan otomatis jika terjadi kegagalan link atau perubahan topologi. OSPF akan otomatis menghitung ulang jalur terpendek dan mengirim perubahan ke seluruh node.
  • Pembagian Area membagikan area area ke yang lebih kecil untuk mengurangi kompleksitas dan overhead routing.
  • Redistribusi Area menggabungkan informasi dari routing lain, memungkinkan komunikasi  dengan protokol lain.
  • Keamanan memiliki  beberapa fitur keamanan, misal authentikasi pesan OSPF. Memastikan agar informasi berasal dari sumber yang terpercaya .

Komponen di routing OSPF 

  • Router-id : identitas unik dari sebuah router dalam jaringan OSPF. Karena dalam jaringan ada banyak router, OSPF butuh router ID untuk membedakan.
  • Network : Perintah network pada OSPF berfungsi sebagai instruksi bagi router untuk mengidentifikasi interface mana saja yang alamat IP-nya masuk dalam cakupan range yang ditentukan, sekaligus menyalakan OSPF pada interface tersebut agar dapat mengirim dan menerima paket Hello, yang pada akhirnya bertujuan untuk mengiklankan prefix atau memberitahu router tetangga mengenai network yang terhubung langsung di interface tersebut.
  • Wildcard mask : Digunakan untuk menentukan bagian mana “network” dan bagian mana “host”. wildcard mask adalah kebalikan dari subnetmask.
  • Area : Pengelompokan router secara logis. Ada area 0, ini adalah pusatnya. semua area lain wajib terhubung ke area 0. 
  • Cost : Metrik atau nilai harga yang digunakan router untuk menentukan jalur terbaik.
  • DR & BDR : DR (Designated Router) semua router lapor ke DR, lalu DR akan menyebarkannya ke yang lain. kemudian BDR (Backup Designated Router) tugasnya hanya memantau dan membackup.
 R1(config)# router ospf 1

R1(config-router)# router-id 1.1.1.1

R1(config-router)# network 10.10.10.0 0.0.0.3 area 0

  • Router OSPF 1 : Mengaktifkan protocol routing OSPF pada router. Angka 1 hanyalah identitas proses OSPF di dalam RAM router itu sendiri.
  • Router-id : Fungsinya yaitu memberikan “nama unik” atau KTP bagi router tersebut.
  •  Network : 10.10.10.0 Intruksi spesifik bagi router untuk menentukan interface mana yang harus menjalankan protocol OSPF. 0.0.0.3 pola pencocokan atau filter yang dugunakan router untuk menentukan interface mana yang harus diaktifkan protocol OSPF-nya. Area 0 seperti pusat kota, dan area 1 itu seperti provinsi provinsinya. maka setiap area 1,2,3 atau seterusnya harus mengirimnya ke area 0 terlebih dahulu.

 D. Kesimpulan 

Jadi secara keseluruhan OSPF (Open Shortest Path First) adalah protokol routing Interior Gateway Protocol (IGP) berbasis link-state yang menggunakan Algoritma Dijkstra untuk menentukan jalur terpendek dalam jaringan kompleks melalui penghitungan metrik cost. Protokol ini bekerja dengan cara mengaktifkan proses routing pada interface tertentu menggunakan perintah network dan wildcard mask, mengelola topologi secara hierarkis melalui sistem Area 0 (Backbone), serta mengefisiensikan pertukaran data menggunakan peran DR (Designated Router) dan BDR. Keunggulan utamanya terletak pada kemampuan konvergensi yang cepat dalam melakukan pemulihan jalur otomatis saat terjadi kegagalan link, dukungan terhadap IPv6, serta adanya fitur autentikasi untuk menjamin keamanan pertukaran informasi antar router.

E. Daftar Pustaka 

Cloudaja. (n.d.). Fitur perangkat layer 3: Mengenal routing OSPF. Cloudaja. https://www.cloudaja.id/artikel/fitur-perangkat-layer-3-routing-ospf/

Telkom University IT. (2024). OSPF adalah: Definisi, cara kerja, dan kelebihannya. Telkom University. https://it.telkomuniversity.ac.id/ospf-adalah/

W3Schools. (n.d.). Dijkstra's algorithm: Penjelasan algoritma graf DSA (Terjemahan Google). W3Schools. https://www-w3schools com.translate.goog/dsa/dsa_algo_graphs_dijkstra.php?_x_tr_sl=en&_x_tr_tl=id&_x_tr_hl=id&_x_tr_pto=tc

0 komentar:

Posting Komentar